Hadapi Ancaman Ombak dan Rob, Bupati Buol Tinjau Langsung Permukiman Warga Lokodidi

Buol, Daerah81 Dilihat

BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait ancaman ombak dan banjir rob tahunan yang melanda kawasan Pelabuhan Lokodidi, Kecamatan Gadung. Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, MM., bersama jajaran terkait turun langsung meninjau kondisi permukiman warga di Desa Lokodidi, Senin (3/8).

Dalam peninjauan tersebut, warga menyampaikan keresahan terhadap kondisi air pasang yang terjadi setiap tahun, terutama menjelang September. Air pasang dilaporkan dapat mencapai ketinggian lutut orang dewasa dan masuk hingga ke kawasan permukiman.

Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret untuk mengurangi dampak banjir rob dan hantaman ombak, di antaranya pembangunan tanggul, pintu air, perbaikan drainase, maupun infrastruktur pengendali gelombang.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Buol mengatakan kondisi arus air di sekitar dermaga perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, terdapat indikasi penyempitan pada aliran keluar-masuk air yang dapat memengaruhi kekuatan arus.

Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat arus air semakin kuat dan menghantam tiang rumah warga yang berada di sekitar jalur aliran. Selain itu, arus yang kuat juga berpotensi mengikis tanah yang menjadi penyangga permukiman.

“Dalam 2–3 hari ke depan akan dilakukan peninjauan dan pengukuran langsung di lapangan untuk melihat dampak arus terhadap rumah warga,” ujar Bupati.

Hasil peninjauan dan pengukuran tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Buol dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

Sejumlah opsi penanganan akan dikaji, termasuk pembangunan pemecah ombak (breakwater) serta pengaturan alur keluar-masuk air sehingga arus tidak langsung menghantam kawasan permukiman warga.

Pemkab Buol menegaskan bahwa penanganan kawasan pesisir Lokodidi menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam merespons keluhan dan keresahan masyarakat, sekaligus mengantisipasi potensi peningkatan gelombang dan air pasang yang biasanya terjadi sekitar September.

Melalui langkah kajian dan pengukuran di lapangan, pemerintah diharapkan dapat menentukan solusi yang efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Desa Lokodidi.

Sumber: Diskominfo

Editor: Supriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *